LAPORAN PENGADUAN MASYARAKAT

Permohonan Pembangunan
Tower BTS / Penguat Sinyal

Desa Mekar Tani, Kec. Mendawai, Kab. Katingan, Kalimantan Tengah
Ditujukan kepada Gubernur Kalimantan Tengah melalui LaporGub

serta perhatian terhadap jalan desa dan akses transportasi sungai ke Sampit

0
Tower BTS di Desa
0–1
Bar sinyal (tidak stabil)
5%
Akses internet di rumah
🚤
Satu-satunya akses ke kota: sungai
Gulir ke bawah
Surat Pengaduan

Kepada Yth. Bapak Gubernur Kalimantan Tengah

Kami, warga Desa Mekar Tani, Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan, dengan ini menyampaikan laporan pengaduan mengenai kondisi sinyal seluler yang sangat lemah di desa kami, serta keterisolasian akses transportasi ke kota Sampit yang turut memperparah kondisi warga.

Warga kami membutuhkan sinyal seluler yang mandiri dan dapat diandalkan melalui HP masing-masing untuk keperluan sehari-hari. Kebutuhan akses internet melalui HP sudah menjadi kebutuhan dasar — untuk komunikasi, layanan pemerintahan, perbankan digital, dan terutama pendidikan anak-anak kami.

Desa
Mekar Tani
Kecamatan
Mendawai
Kabupaten
Katingan
Provinsi
Kalimantan Tengah
Dasar Hukum
Perda Kab. Katingan No. 14/2007
Peta Lokasi Desa Mekar Tani — Konteks Regional
Keterangan: Desa Mekar Tani (pin merah) terletak di wilayah Kecamatan Mendawai — pedesaan terpencil dominasi hutan. Akses ke Sampit hanya via jalur sungai.
Permasalahan

Kondisi Sinyal & Infrastruktur

KONDISI RIIL: Desa Mekar Tani tidak memiliki tower BTS sendiri. Sinyal yang kadang muncul hanya pancaran lemah dari tower BTS di Mendawai. Jarak dan vegetasi hutan lebat membuat sinyal sangat lemah.
📵

Sinyal Sangat Lemah

Sinyal muncul hanya 1 bar dan sering hilang. Di wilayah terhalang pepohonan, sinyal hilang sepenuhnya.

📱

Internet Sulit Diakses

Internet kadang tersambung tapi sering timeout. Browsing, e-learning, video call, dan aplikasi pemerintahan sangat sulit digunakan.

🌲

Halangan Vegetasi

Pepohonan tinggi dan hutan lebat menghalangi sinyal dari tower BTS di Mendawai.

🔍

Upaya Warga

Warga harus cari tempat tinggi atau terbuka untuk sinyal. Itupun tidak menjamin bisa internet.

Isolasi Infrastruktur

Anggaran jalan Mekar Tani–Mendawai sebesar Rp 9,5 miliar di APBD 2025 dipangkas/dirasionalisasi.

🚤 Keterisolasian Transportasi: Desa-desa di Kec. Mendawai tidak memiliki akses jalan darat ke kota. Satu-satunya cara ke Sampit adalah jalur sungai, memakan waktu berjam-jam. Di musim kemarau Sungai Hantipan sering dangkal — penumpang harus turun mendorong perahu.

🚨 Kondisi darurat: Warga yang perlu rujukan RS di Sampit (operasi darurat, komplikasi persalinan) harus lewat sungai dangkal ini. Keterlambatan bisa berarti nyawa.

Keterisolasian ini juga berdampak pada ekonomi: suplai warung terhambat dan harga barang melambung di musim kemarau.
"Pembangunan ruas jalan dari Desa Mekar Tani ke Desa Mendawai sudah dianggarkan sekitar Rp 9,5 miliar. Namun tiba-tiba dilakukan pemangkasan kegiatan atau rasionalisasi."— Yudea Pratidina, Anggota DPRD Kab. Katingan (Media Dayak, 2025)
Visualisasi

Kondisi Pendidikan & Zona Internet Sulit Diakses

Di Mekar Tani hanya ada SD dan TK. Untuk SMP/SMK, anak-anak sekolah di Mendawai — sinyal di sana lancar. Tapi begitu pulang ke rumah, internet sangat sulit diakses — sering timeout dan tidak stabil.

📐 Fakta Pendidikan:
SMPN 1 Mendawai (Jl. Dahali No. 87) — Akreditasi B. Sinyal lancar.
SMKN 1 Mendawai (Jl. Dahlia II No. 05) — Akreditasi B. Sinyal lancar.
Masalah: Anak-anak dari Mekar Tani sangat sulit mengakses internet di rumah — sering timeout. Tugas dan e-learning hampir tidak bisa dilakukan setelah pulang sekolah.
Peta Sekolah & Zona Internet Sulit Diakses
Jalan poros Mekar Tani → Perempatan Mendawai
Belok kiri → SMPN 1 Mendawai
Lurus → SMKN 1 Mendawai
Zona internet sulit diakses (Desa Mekar Tani)
📏 Jarak Desa Mekar Tani → Mendawai (SMP/SMK): ± 4–5 km
Jalan poros desa, sebagian rusak parah dengan kerikil dan bebatuan besar.
Keterisolasian

Jalur Sungai ke Sampit

Tidak ada jalan darat ke kota manapun. Satu-satunya akses ke Sampit adalah jalur sungai.

🚤 Rute Sungai:
Sg. Mekar TaniSg. Katingan → masuk sungai kecil Kampung MelayuSg. HantipanDesa Hantipan → keluar ke Sg. Mentaya → hilir → Sampit.

Perjalanan berjam-jam naik klotok. Musim kemarau, Sungai Hantipan dangkal — penumpang harus dorong perahu.

⚠️ Dampak: Rujukan RS bisa terlambat. Suplai warung terhambat. Harga kebutuhan pokok melambung.
Rute Sungai: Mekar Tani → Sampit
Jalur sungai ke Sampit
Jalur darat ke Kasongan — tidak tersedia
Dampak

Dampak yang Dialami Masyarakat

"Ada anak-anak kita yang harus dibawa menggunakan kendaraan ke daerah yang ada sinyal hanya untuk mengikuti ujian."— Hotden Manto Manalu, Kadis Kominfostandi Kab. Katingan (Portal Katingan, 30 April 2026)
🎓

Pendidikan — Paling Krusial

  • Sulit mengerjakan tugas di rumah — internet sering timeout, hanya lancar di area sekolah Mendawai
  • E-learning sangat terhambat di rumah — materi digital sulit diakses karena koneksi tidak stabil
  • Guru di Mekar Tani kesulitan akses platform Kemendikbudristek
💰

Ekonomi

  • Sulit akses perbankan digital (mobile banking, QRIS) — sering gagal/timeout
  • Warga kesulitan akses informasi harga pasar untuk hasil pertanian
  • Harga kebutuhan pokok lebih mahal karena transportasi sungai
🏛️

Pemerintahan Desa

  • Kendala akses sistem informasi pemerintahan digital
  • Layanan administrasi kependudukan harus dijemput bola oleh Disdukcapil karena warga tidak bisa mengakses layanan digital
🏥

Kesehatan & Keamanan

  • Sulit melakukan telemedicine dengan dokter spesialis
  • Kondisi darurat medis: sulit koordinasi cepat untuk rujukan RS Sampit
  • Akses sungai ke Sampit sering terhambat — klotok terjebak di Hantipan saat air dangkal
Visualisasi

Ilustrasi Kondisi Sinyal

Perbandingan Kekuatan Sinyal Seluler Tower BTS Mendawai Sinyal: 4 bar Internet: Lancar Jarak + Hutan Lebat Sinyal terhambat Desa Mekar Tani Sinyal: 0-1 bar Internet: Sulit diakses 🌲🌲 🌲🌲
Sinyal dari BTS Mendawai tidak sampai ke Mekar Tani karena jarak dan vegetasi hutan.
Dokumentasi

Galeri Video Bukti

Dokumentasi langsung dari lapangan — kondisi jalur sungai dan klotok yang menjadi satu-satunya akses warga Kec. Mendawai ke kota Sampit.

Bukti & Dasar Hukum

Sumber Pendukung

Dasar Hukum & Kebijakan

1
UUD 1945 Pasal 28F — Setiap orang berhak berkomunikasi dan memperoleh informasi.
2
UU No. 36/1999 — Telekomunikasi untuk kesejahteraan rakyat secara adil dan merata.
3
Perpres No. 95/2018 SPBE — Digitalisasi layanan pemerintahan hingga desa.
4
Program BAKTI — Pembangunan BTS 4G di wilayah 3T.
5
RPJMN 2025-2029 — Target broadband 50% dan fiber optik 90% kecamatan.
6
Pemprov Kalteng 2026 — 2.080 titik penguatan jaringan internet.
7
Kolaborasi Pemkab Katingan - BAKTI (2026) — Koordinasi peninjauan BTS.
Permohonan

Yang Kami Mohonkan

Berdasarkan seluruh uraian di atas, kami warga Desa Mekar Tani memohon kepada Bapak Gubernur:

1
Membangun tower BTS 4G di Desa Mekar Tani agar warga punya akses sinyal mandiri. Alternatif: pemasangan repeater/penguat sinyal.
2
Berkoordinasi dengan operator seluler (Telkomsel, Indosat, XL) untuk pembangunan infrastruktur BTS.
3
Koordinasi dengan Pemkab Katingan agar Mekar Tani masuk usulan 2.080 titik penguatan jaringan internet.
4
Instruksikan Diskominfosantik Kalteng untuk verifikasi lapangan kondisi sinyal di Mekar Tani.
5
Perhatian terhadap akses transportasi sungai dari Kec. Mendawai ke Sampit — Sungai Hantipan sering dangkal dan membahayakan keselamatan warga, terutama untuk rujukan medis darurat. Juga perbaikan jalan rusak di sebagian ruas Mekar Tani ke Mendawai yang berbahaya bagi anak-anak sekolah.

Penutup

Demikian laporan pengaduan ini kami sampaikan dengan data dan bukti yang sebenar-benarnya.

Kami tidak meminta yang muluk-muluk. Kami hanya ingin adik-adik kami bisa belajar dan mengikuti ujian dengan layak, perjalanan mereka ke sekolah aman tanpa melewati jalan rusak, warga bisa mengakses layanan digital, akses transportasi ke kota tidak lagi membahayakan nyawa, dan desa kami tidak lagi terisolasi — hak setiap warga negara Indonesia.

Atas perhatian dan tindak lanjut Bapak Gubernur, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Warga Desa Mekar Tani

Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah

Tracking

Status Laporan di LaporGub

Nomor tiket: LG202605040022 Buka LaporGub

Memuat status laporan...